Presiden Jokowi Resmikan PLTS Terapung Cirata: Terbesar se-Asia Tenggara

Admin PLN Nusantara Renewables
10 November 2023 • 3 min read

Bagikan Artikel Ini

Purwakarta, Indonesia — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang bertempat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari Kamis (09/11/2023) ini. PLTS berkapasitas 192 Mega Watt peak (MWp) ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di ranah transisi energi Indonesia.

 

Tak hanya dihadiri oleh jajaran pemerintahan Indonesia, PLN Group, serta perusahaan mitra, acara peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab, Dr. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi. Beliau berharap proyek ini dapat menjadi batu loncatan untuk hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua negara, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Menempati area waduk seluas 200 hektar, pembangkit ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga di dunia. Proyek ini dapat beroperasi sebagai hasil kerja sama antara Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, PLN, dan Masdar– sebuah perusahaan renewable energy dari Uni Emirat Arab.

 

Di kawasan sekitar Cirata, keberadaan PLTS Terapung ini akan menambah kapasitas produksi pembangkit yang kini tercatat sebanyak 1.000 MW. "Di Cirata ini sudah ada PLTA dengan kapasitas 1.000 MW, dan sekarang ditambah dengan PLTS terapung sebesar 192 MWp. Ke depan, kalau dimaksimalkan bisa menambah kurang lebih 1.000 MWp," tutur Presiden Joko Widodo.

 

Bagi lingkungan, PLTS Cirata diperkirakan akan bersumbangsih dalam mereduksi 214.000 ton CO2 dan menyumbangkan energi hijau sebanyak 245 GWh setiap tahunnya. Hal ini akan mendorong Indonesia selangkah lebih dekat menuju net zero emission. 

 

Presiden Jokowi menyatakan optimisme akan masa depan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia yang berasal dari tenaga angin, geothermal, maupun hydropower. Kendati demikian, beliau pun menyadari besarnya tantangan dalam transisi energi ini. “Tantangan lokasi potensi EBT yang jauh dari pusat, kebutuhan listrik bisa kita atasi, kita bisa bangun solusinya dengan transmission line dan nantinya setiap potensi EBT di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi bisa disalurkan ke pusat-pusat ekonomi," ujar kepala negara.

Bagikan Artikel Ini

Baca Lebih Banyak Berita Dari Kami